Tema : lagu Green A.live dari YUI
Hidupku Tak Sehijau
Alam
Di sebuah taman yang indah karna banyak bunga yang menghiasi
menambah daya tarik taman itu tersendiri apalagi di sinari oleh cahaya matahari
yang baru saja terbangun dan menampakkan
sinarnya. Seorang gadis muda berumuran
16 tahunan dengan parasnya yang menawan, mata belo, bibir sensual, dan juga
kulitnya yang putih mulus menambah kecantikan gadis yang masih sangat muda itu.
Bunga, itulah namanya. Dia sedang jogging. Dia duduk di bangku taman yang
menghadap jalan setapak berhias
bunga-bunga mawar merah yang bermekaran.
“pemandangannya indah sekali, membuat aku betah di sini. “
kata Bunga yang terkagum melihat keindahan taman itu.
Senyuman manis Bunga menandakan bahwa taman itu benar-benar
tempat yang indah. Tiba-tiba seorang perempuan yang terlihat lebih tua 20 tahun
darinya, dengan paras wajah yang mirip dengan Bunga.
“ mama?! Mama kenapa ke sini? ” tanya Bunga kaget melihat
mamanya yang ada di depannya
“ kok kamu kaget Bunga? Mama juga mau jogging kok. “
jawab Mamanya sambil duduk di samping
Bunga.
“ma taman ini indah ya “ kata Bunga sambil memandangi
kumpulan bunga di seberang jalan setapak.
“ya, mama jadi ingat taman ini dibangun saat mama mengandung
kamu, dan diresmikan disaat yang sama dengan kelahiran kamu. Keindahannya sesuai
nama nya, Taman Cinta “ kata mamanya Bunga
“mungkin hal itu yang membuat aku paling suka pergi ke
tempat ini ma. Aku benar-benar suka tempat ini. “
“ sejak kecil kamu memang paling suka ke taman ini, saat
kamu masih kecil, mama sering bawa kamu ke tempat ini. Tempat ini tidak pernah
berubah sejak selesai dibangun. “
Bunga yang duduk tenang mulai menyadari bahwa sekarang dia
harus pulang karna dia sudah berjanji dengan temannya, Chika.
“ma aku pulang ya, aku ada janji dengan temanku, aku
sekalian izin pergi ya ma? “ Tanya Bunga
“ya sudah, hati-hati ya. Mama masih mau disini.” Kata mamanya
Bunga
“ya sudah ma, aku
pergi dulu ya. “ pamit Bunga
Bunga langsung kembali ke rumahnya yang tidak terlalu jauh
dari taman itu. Bunga segera bersiap-siap, dia mengenakan baju hello kitty tak
berlengan, dan celana jins biru benar-benar sesuai dengan dirinya yang mungil
itu. Bunga langsung menuju tempat janjian mereka. Bunga pergi ke sebuah Mall
yang sangat megah. Dia langsung mencari Chika.
“ Chika ada dimana ya? “ Tanya Bunga kepada dirinya sendiri
“ Bunga! Sini! “ panggil seorang gadis yang sebaya
dengannya, dengan paras yang imut, pipi yang tembem, mata yang sipit, dengan
baju biru laut dan rok pink pendek selutut.
“ Chika, ayo langsung kita ke toko buku yuk. “ ajak Bunga
“ ayo, aku mau cepat beli novel . “ kata Chika
Mereka berdua menuju lantai 2 dan langsung ke toko buku yang
suku luas. Mereka menuju ke bagian novel
dan majalah. Chika mencari-cari novel yang menurutnya bagus. Bunga bukanlah orang
yang suka membaca novel ataupun komik. Bunga pergi ke bagian buku pengetahuan,
matanya langsung tertuju kepada sebuah buku berjudul “ Pekarangan seindah Taman Surga “. Buku yang
menjelaskan cara membuat pekarangan
rumah menjadi taman. Itulah Bunga, lebih tertarik pada hal ynag berbau alamiah.
Setelah Bunga dan Chika telah memilih buku mereka, mereka
langsung membayar buku itu. Dan mereka langsung bergegas pulang karna mereka
juga ada tugas sekolah. Bunga dan Chika pulang melewati Taman Cinta. Saat bunga
melihat taman itu, dia kaget melihat Palang yang menunjukan bahwa taman itu
akan digusur 2 hari lagi.
Bunga pulang ke rumah tapi dengan pikiran kacau setelah dia
melihat Taman Cinta akan di gusur. Dia masuk ke kamarnya. Dia langsung masuk
tanpa memberi salam karna dia tahu mamanya sedang pergi mengantarkan pesanan
kue.
“taman cinta mau digusur, bagaimana ini? aku harus tanya
mama tentang hal ini. “ kata Bunga dalam hati, Bunga langsung mengeluarkan buku
prnya tapi dia tak dapat berkonsentrasi karna teringat taman yang akan di gusur
itu.
Baginya Taman itu adalah hidup Bunga. Kalau Taman itu digusur, Bunga bisa rindu setengah mati dengan taman itu. Sejak
kecil itu adalah tempat kesukaannya. Saat makan malam, Bunga berbicara dengan Mama dan Papanya.
“ma, pa, Bunga mau bicara tentang Taman Cinta yang mau
digusur. “
“oh ya, papa sudah tahu hal itu. Penggusuran ini sudah
direncanakan sejak lama, tapi tak pernah disetujui oleh masyarakat. “ kata papa
Bunga
“ ya mama dan teman-teman arisan mama juga tidak setuju
tentang hal ini. Rencananya mama dan teman arisan mama akan melakukan demo
penentangan penggusuran taman ini. “ dukung Mama Bunga
“oh sama dong. Perusahaan papa juga akan melakukan penolakan
dengan mengumpulkan massa sekitar unutk melakukan demo juga. “ kata papa Bunga
Bunga mendengar hal itu hanya diam. Dia terharu mengetahui
bahwa masyarakat sekitar juga tidak mau taman itu digusur. Bunga pun
berinisiatif untuk mengajak temannya melakukan demo bersama teman-temannya
setelah pulang sekolah. Keesokan harinya, Bunga menemui Chika di kelasnya.
“ Chik, kamu tahu tentang Taman yang mau di gusur itu? “
“tahu, ibu aku tidak setuju tentang pengusuran itu. “ kata
Chika
“ ya… ayo Chika kita ajak teman-teman kita melakukan demo
penolakan penggususran. “
“jujur Bunga, aku
juga tidak setuju dengan penggusuran ini, tapi apa kamu yakin ingin melakukan
demo?”
“yakin 1000 persen! “kata Bunga Optimis
“ baik! Kamu sudah meyakinkan aku! Ayo kita ajak teman-teman
yang lain! Pasti teman-teman juga banyak yang tidak setuju taman itu digusur. “
“iya, lebih banyak teman lebih baik!”
Bunga dan Chika mulai mencari teman-teman untuk melakukan
demo kepada pihak penggusuran.saat istirahat saat mereka mencari teman, Ibu Ros
tengah melihat gerak-gerik mereka. Ternyata rencana mereka ternyata diketahui
oleh Ibu Ros, kepala sekolah mereka.
“ Bunga, Chika segera ke kantor ibu “ kata Ibu Ros dengan
suaranya yang tegas
“ waduh, Bunga sepertinya rencana demo kita tak disetujui
nih. “
“ umm…. Sebaiknya kita langsung saja tanya ke Bu Ros. “ kata
Bunga sambil menuju ruang Kepala Sekolah
“permisi Bu “ kata Bunga mengucapkan salam
“silahkan masuk Bunga, Chika. Ibu mau membicarakan sesuatu. “
“ada apa ya bu? Saya tidak mengerti. “ kata Bunga bingung
“ Ibu tahu, kalian tidak setuju dengan penggusuran itu,
begitu juga para guru di sini. Ibu minta tolong dengan kalian agar kalian dapat
memimpin penolakan penggusuran ini. “
“ tapi kenapa ibu tidak setuju dengan penggusuran ini?”
tanya Chika
“Taman itu ada di dekat sekolah kita. Penggusuran Taman ini
adalah untuk pembangunan Mall, jika pembangunan ini terjadi maka dapat
mengganggu proses belajar kita. Dan juga dengan adanya Taman ini dapat menjadi
tempat rekreasi bagi kita semua. “ kata Ibu Ros
“ begitu ya, dukungan ibu ini benar-benar menambah keyakinan
kami bu. Terima kasih Bu.” Kata Bunga
Mereka keluar dari ruangan itu dan kembali mencari teman
untuk demo. Hingga saat pulang sekolah, Bunga dan Chika kembali melihat alat
berat untuk penggusuran. mereka pun
mulai bersiap melakukan demo.
Keesokan harinya, saat pulang sekolah, Bunga dan
teman-temannya segera menuju Taman Cinta. Di sana sudah terkumpul banyak sekali
massa yang menolak penggusuran. Ada Mama dan papa Bunga juga yang ikut demo.
“hentikan penggusuran ini! “ teriak seorang pria yang juga menolak
“hentikan demo ini! penggusuran ini tidak akan di hentikan! “
kata seorang manajer
Mesin buldoser pun sudah mulai bergerak dan mulai merobohkan 2
pohon. Banyak wanita yang panik, begitu juga Bunga. Buldoser kembali bergerak,
Bunga pun memberanikan diri berlari ke depan buldoser.
“ hei anak kecil, pergi dari sana. Kamu bisa terluka. “ kata
manajer
“ Bunga, pergi dari sana. Mama tidak mau kamu kenapa-napa!! “
teriak Mama Bunga histeris
“ tidak mau! Apa kalian tidak mengerti?! Apakah sebegitu
pentingnya uang untuk kalian?! Taman Cinta ini adalah Jantung hidup kami! Jika kalian
menghancurkan taman ini, maka kalian harus menghancurkan aku juga! “ kata Bunga
Mendengar hal itu, Mama dan Papa Bunga ikut berdiri di
samping Bunga. Begitu juga Chika dan teman-teman semua, Masyarakat sekitar juga
ikut . Dan suara mesin buldoser mati, dan suasana menjadi sangat hening.
***
Di Taman Cinta yang hijau
, terlihat Bunga dan Chika sedang duduk di bangku Taman itu.
“ Taman ini indah sekali ya. “ kata Bunga
“ ya keindahan Taman Cinta ini adalah berkat kamu juga
Bunga. Jika tidak ada kamu, taman ini pasti sudah tidak ada. “ kata Chika
memuji
“ itu sih bukan apa-apa, yang aku percaya selama ini adalah
hidup kita memang tak dapat sehijau alam, tapi kita bisa membuat hidup kita
berguna demi alam “ kata Bunga dengan percaya diri.
“ ya kamu benar. “
Bunga dan Chika kembali menikmati keindahan taman yang luar
biasa, dengan hembusan angina sepoi-sepoi menambah keindahan taman itu. Uang memang
penting bagi hidup kita, tapi apa gunanya uang demi kehidupan kita jika kita
tak dapat menikmati hidup kita sepenuhnya.
“ Kita tak dapat membuat hidup ini menjadi sehijau alam tapi kita
bisa membuat hidup kita ini berguna bagi alam. “
The end
Kata kunci : Hidup, Malam, Hijau,
Rindu, Jalan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar