Rabu, 30 Januari 2013

Cinta Kedua



Tema : lagu YOU dari YUI

Cinta Kedua

Cinta tidak dapat diketahui kapan akan muncul dan kapan akan hilang. Itulah yang membuat cinta tak dapat diprediksi kapan tumbuh. Cinta akan tumbuh di setiap orang tanpa dapat dihindari maupun itu laki-laki atau perempuan sekalipun.

Gita adalah gadis SMA yang menjadi primadona di sekolahnya, karna dia cantik dan pintar, juga baik hati. Banyak yang berusaha untuk mendapatkan Gita, tapi semua sia-sia. Dan hanya 1 orang yang berhasil meluluhkan hati Gita yaitu Gilang.

Gita dan Gilang sudah berpacaran selama beberapa bulan dan mereka saling menyayangi satu sama lain. Mereka begitu dekat bagaikan perangko dengan suratnya. Perasaan yang cukup membuat semua orang iri untuk melihatnya. Tapi hingga suatu hari, mereka harus dipisahkan.

“Gita, aku mau bicara sama kamu..”” kata Gilang kepada Gita dengan ekspresi yang sedih
“ada apa Gilang? “ tanya Gita bingung
“ Gita, mulai besok aku udah ga sekolah disini, papa aku dapat proyek di luar negri jadi aku dan keluarga bakal pindah ke Amerika. Maafin aku ya Gita”
“ tapi Gilang, bagaimana dengan aku? Dengan hubungan kita ini?”
“kurasa kita masih bisa berkomunikasi lewat  telepon seperti pacaran jarak jauh” kata Gilang
“apa kamu yakin? Kamu harus janji kamu jangan lupakan aku ya!” kata Gita
“ iya! Aku janji demi kamu!” kata Gilang

Kesedihan terlihat di wajah mereka berdua, tapi apa daya. Mereka harus siap atas semua yang mereka lalui. Di suatu senja yang gelap karna cuaca yang tak bersahabat, tak membuat Gita  terus menunggu telepon dari Gilang. Hingga 4 bulan Gilang tidak menelpon membuat Gita merasa sangat sedih.

“ kenapa Gilang ga telpon aku! Apa dia udah lupa sama aku? Valen, tolong hibur aku” kata Gita ke seorang gadis yang seumuran dengannya
“ sabar ya Gita, pasti Gilang lagi sibuk disana jadi susah buat telepon kamu” kata Valen
“eh ada guru!” kata teman sekelas Gita

Seorang bapak berseragam dengan kumis yang panjang, dan wajah yang cukup kelihatan galak masuk ke dalam kelas, bersama dengan seorang laki-laki yang terlihat asing.

“ anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, sekarang perkenalkan diri kamu”
“perkenalkan nama saya Parno, saya dari desa MauJati” kata laki-laki itu

Gita melihat pria itu begitu kaget karna wajah yang mirip dengan Gilang. Hanya saja pria itu memakai kacamata. Parno terlihat culun, tapi itu malah menarik perhatian Gita. Parno duduk di samping Valen.
Gita melihat Parno jadi ingat kepada Gilang dan terus memberi senyum manis kepada Parno. Saat istirahat, Parno duduk dan memakan bekalnya. Gita mendatangi Parno.

“ummm.. nama kamu Parno ya? Kenalin nama aku Gita”
“i..iya… nama saya Parno.. ada apa ya? Terlihat Parno tegang sekali melihat Gita yang begitu cantik
“jangan tegang gitu dong, aku ga gigit kok” kata Gita sambil di lihatnya kotak makanan Parno yang lucu
“ iya…”
Valen mengajak Gita pergi ke luar kelas dan berbicara 4 mata dengannya.
“ Gita, kamu kenapa deket-deket sama anak kampong itu?” tanya Valen
“jangan gitu dong, dia kan juga manusia, kita ga boleh menghina dia” Bela Gita
“jangan bilang kamu ada perasaan sama dia”
“ga kok, dia mengingatkan aku sama Gilang, wajahnya mirip banget”
“iya sih, tapi tetap aja kan”
“udah ah, jangan gitu ga baik tahu” kata Gita lalu kembali ke kelas

Gita duduk kembali dan dilihatnya terus Parno yang gelagatnya lucu. Valen terlihat tidak menyukai Parno karna status mereka yang berbeda dengan Parno. Saat pulang sekolah, Valen menghampiri Parno.

“heh kamu anak kampong kamu ga usah deh dekat-dekat sama Gita, kamu tuh ga pantas temanan sama dia” kata Valen mengancam

Parno hanya diam saja karna dia takut diancam oleh Valen.  Tapi Gita datang dan mendorong Valen.

“valen kamu inin kenapa sih? Kok kamu jadi begini?”
“kamu itu yang aneh, kenapa kamu temanan sama anak kampong ini, apa karna Gilang ga telpon kamu, kamu jadi ga punya otak begini” bentak Valen
“ kamu yang ga pikir, kamu tuh udah mengintimidasi Parno! Memangnya dia salah apa?!” Bela Gita
“ah dia salah karna dia dekat-dekat sama kamu!” kata Valen dan tidak sengaja ia mendorong Gita hingga terjatuh dan terluka
“ahh!” Gita terjatuh

Parno langsung mendatangi Gita dan menolong Gita. Valen yang kaget melihat hal itu langsung lari meninggalkan Gita dan Parno.

“kamu ga apa-apakan?” tanya Gita
“saya ga apa-apa, tapi kamu luka…” kata Parno lalu membersihkan luka Gita
“terima kasih Parno, maafin ya kelakuan Valen. Dia memang aneh sejak tadi” kata Gita
“iya, mungkin memang saya salah dekat dengan kamu”
“ ga kok, aku yang mau dekat dengan kamu aku harap kamu masih mau temanan sama aku” kata Gita
“i… iya” kata Parno terharu

Parno mengantar Gita pulang ke rumah Gita. Dan ia pamit. Gita merasakan getaran yang aneh terhadap Parno. Apakah ia sedang jatuh cinta? tapi ia kan masih pacaran dengan Gilang. Tapi ia merasa getaran ini lebih besar daripada yang ia miliki terhadap Gilang.

“apakah aku jatuh cinta kepada Parno? Tapi kan aku sudah pacaran dengan Gilang… tapi itu bukan berarti aku tidak bisa suka dengan Parno… Cinta itu ternyata bisa muncul kapan saja dan dimana saja… aku tak pernah membayangkan ada orang yang bisa mengisi hatiku ini yang sedang mengalami kekecewaan” kata Gita dalam hatinya.

Keesokan harinya, Gita kembali bersekolah saat itu dia sedang berbicara dengan Parno tentang pelajaran di sekolahnya, dia di datangi Valen.

“gita aku minta maaf yang kemarin ya..” kata Valen
“jangan minta maaf ke aku, kamu seharusnya minta maaf ke Parno, kamu kan udah jahat sama dia” kata Gita
“iya…….. Parno, aku minta maaf yang kemarin ya.. seharusnya aku tidak bersikap seperti itu ke kamu”
“iya, saya sudah memaafkan kamu dari kemarin”
“terima kasih ya Parno” kata Valen

Dan kembalilah hubungan Gita dan Valen seperti semula, dan Gita pun mulai meyakinkan perasaan yang ia miliki sekarang. Dia mulai yakin akan cintanya itu, dia sudah kehilangan Gilang tapi dia sudah mendapatkan seorang pengganti yang bahkan lebih baik dari Gilang. Sejak saat itu, Gita mulai melakukan pendekatan terhadap Parno dan mereka menjadi sahabat tapi dibalik itu cinta Gita mulai tumbuh perlahan terhadap Parno.
“ cinta adalah hal yang manusiawi, meskipun cinta kita sudah kita berikan kepada orang lain, itu tidak menutup kemungkinan akan tumbuh sebuah cinta yang baru yang lebih kuat dari pada cinta sebelumnya”
The END

Senin, 28 Januari 2013

Always Be Yourself



Tema : lagu How Crazy dari YUI

Jadilah Dirimu Sendiri

Menjadi seorang remaja pastilah mau dianggap sebagai orang dewasa. Tapi kita kadang merasa bahwa kita tidak mau juga untuk meninggalkan masa itu untuk menjadi seorang yang dewasa sepenuhnya. Pastilah kita ingin hidup menjadi diri kita sendiri.

Itulah yang aku pikirkan selama ini, menjadi diriku sendiri adalah hal yang terbaik. Tapi kadang aku dipaksa untuk menjadi lebih dewasa, dan aku tidak suka dengan hal itu. itu benar-benar mengekang hidupku.

“ Mia, kamu itu udah besar sekarang seharusnya kamu harus bisa berpikiran lebih dewasa, jangan terus jadi anak kecil.” Kata Ibuku kepadaku
“ suka-suka aku dong bu, aku kan udah besar jadi ibu ga usah suruh aku buat menjadi dewasa. Aku kan udah dewasa”
“dewasa apanya? Kelakuan kamu itu seperti anak kecil tahu” kata Ibuku
Aku berusaha tidak peduli akan kata-kata ibuku, meskipun di dalam hati aku sangat kesal dengan perlakuan yang diberikan padaku hampir setiap hari. Bukan hanya itu di sekolah aku juga di kenal sebagai anak kecil dewasa, karna aku sudah menginjak SMA tapi kelakuanku masih seperti anak kecil.
Aku punya 2 orang sahabat yang baik hati, Popi dan Rika. Mereka selalu menjadi tempat curhatku tentang masalah seperti ini. memang aku sering menganggap masalah sepele ini sebagai masalah yang besar.
“Popi,Rika, aku kesal tau sama ibu aku sama teman yang lain, memangnya apa salahnya aku begini? Aku kan belum mau menjadi perempuan dewasa, apa itu masalah?” curhat aku kepada kedua sahabatku.
“ ga kok, ga ada yang salah Mia, kamu anggap aja ibu kamu mau yang terbaik buat kamu” kata Popi
“iya Mia, aku setuju, teman-teman yang lain mungkin Cuma menganggap kamu itu berbeda sedikit dengan mereka” kata Rika
“ iya, tapi aku itu udah ga tahan dengan semua ini” kataku
“coba saja kamu ikutin kemauan mereka untuk menjadi lebih dewasa.” Kata Popi
“tapi caranya bagaimana?” tanyaku
“coba saja kamu hilangkan sifat kamu yang kekanak-kanakan seperti cengeng, dan manja itu” kata Rika
“tapi itu susah tahu” kataku
Tiba-tiba seorang pria tampan lewat di depan jalan yang sedang kulalui., namanya  Raka. Dia adalah pria yang tampan dan dikenal pintar bermain alat music. Dia juga pernah memenangkan lomba bermusik di suatu lomba di Tangerang.
“cieee…. Matanya Mia ngelirik ke Raka tuh..” kata Rika mengejekku
“ga gitu ah..” kataku mengelak padahal memang dari tadi aku melihatnya.
Raka berhenti dan melihat sebuah saputangan yang ternyata adalah milikku. Raka pun melihat ke arahku, kurasa dia membaca nama yang tertera di saputangan itu.
“ini punya kamu?” tanya Raka kepadaku sambil memberi saputangan itu
“i..iya, makasih banyak ya..” kataku
“ namaku Raka, kalo ga salah kita itu 1 kelas kan? Nama kamu Mia kan?” tanya Raka
“ iya, aku 1 kelas sama kamu” kataku gugup
“ya sudah lain kali hati-hati ya..” kata Raka meninggalkan aku lalu kembali ke kelas
Mataku terpaku melihatnya. Aku memang suka dengannya  tapi aku tidak yakin. Aku rasa Raka lebih suka perempuan yang dewasa  ketimbang aku.
“ Mia, ini adalah motivasi kamu buat menjadi dewasa!” kata Popi
“ maksud kamu?” tanyaku
“kalau kamu mau mendekati Raka, kamu harus berubah jadi perempuan yang dewasa dulu!” kata Popi
“apa kamu yakin Popi?”
“iya aku yakin” kata Popi meyakinkanku
Aku pun mulai bertekad untuk menjadi perempuan yang dewasa. Saat pulang sekolah, aku kembali ke rumah ternyata ibuku sedang pergi ke luar kota untuk beberapa hari. Ini artinya aku akan tinggal sendiri di rumah. Aku pun mulai mencari di internet cara mengubah diri menjadi lebih dewasa. Aku berniat melakukan perubahan besar dalam diriku.
Beberapa situs kubuka dan kutemukan beberapa cara untuk membuatku menjadi dewasa. Kupikir karna besok adalah minggu aku bisa berbelanja keperluan untuk membuat aku menjadi lebih dewasa. Kutelpon Popi dan Rika agar besok menemaniku pergi berbelanja. Keesokan harinya, aku,Popi,dan Rika pergi ke sebuah mall.
“Mia, kamu yakin mau beli barang-barang kosmetik? “ tanya Rika
“ aku yakin ini agar aku menjadi lebih dewasa” kataku optimis
“Pop, liat nih ini semua gara-gara ide kamu yang aneh-aneh” Bisik Rika kepada Popi
“maaf, tapi aku kan ga tau semuanya jadi begini” kata Popi
Aku mendengar pembicaraan mereka tapi aku tidak mempedulikannya. Aku kembali memilih barng kosmetik, kubeli Lipstik merah, bedak, eyeshadow, dan beberapa alat kosmetik lainnya. Dan saat berjalan aku melihat Raka sedang berjalan dengan seorang perempuan, Riena. Perempuan blasteran jepang yang memang sudah lama dekat dengan Raka.
Hatiku menjadi panas seketika. Hingga saat aku pulang ke rumah, aku langsung menjatuhkan diriku ke kasur kamarku. Aku melihat ke arah cermin di kamarku dan aku mulai mengambil lipstick dari tasku dan mulai ku olesi bibirku dengan lipstick itu. kuhabiskan beberapa waktu di kamar untuk berdandan.
Keesokan harinya, aku mencari Raka. Pada hari itu aku mengenakan gelang yang besar di tanganku, dan sepatu hak tinggi,dan make up yang menor. Aku pikir dengan semua itu aku sudah menjadi perempuan yang dewasa. Aku menghampiri Raka yang sedang berbicara dengan Riena di Taman sekolah.
“ halo Raka” sapaku
“umm… kamu Mia ya? Kenapa kamu dandan menor kayak gini?” Raka terlihat kaget
“ini semua aku lakukan buat kamu” kataku
“hah? Buat aku?  Apa maksud kamu?” tanya Raka bingung
“aku tahu kamu suka wanita yang dewasa jadi aku dandan kayak begini” jawabku

Raka dan Riena tertawa geli mendengar kata-kataku, aku bingung sekali. Apakah aku salah bicara atau apa aku pun tidak tahu.

“kenapa kalian tertawa?” tanyaku kesal
“ hmm, maaf bukannya aku mau ikut campur urusan kalian tapi aku sudah mendengar semuanya tentang kamu dari Raka. Perkenalkan namaku Riena “Riena memperkenalkan dirinya padaku
“namaku Mia”
“bukannya aku tertawa karna melihatmu tapi aku tertawa karna melihat usahamu mendekati Raka.”
“memangnya apa yang lucu?” tanyaku bingung
“ dulu Raka pernah seperti kamu, saat dia ikut lomba music itu dia tidak percaya diri akan kemampuannya sehingga ia ingin memiliki yang lebih.” Kata Riena
“ hah?” aku kaget
“iya, kamu itu lucu Mia. Aku cukup tertarik padamu, tapi bukan dengan dirimu yang sekarang melainkan dirimu yang sesungguhnya. “ Kata Raka
“tapi….”
“ingat Mia, selalu jadi dirimu sendiri, meskipun kamu dipaksa untuk berubah, berusahalah untuk berubah tanpa menghilangkan sisi positif dari dirimu” kata Raka

Aku diam saja, aku rasa dunia bahkan sudah berhenti berputar. Aku baru sadar akan kekeliruanku selama ini. ternyata Raka benar, dewasa bukan dari fisik melainkan dari pikiran dan perbuatan. Meskipun aku tidak menginginkannya, aku pasti akan tumbuh menjadi wanita dewasa suatu saat nanti.
Tapi biarlah aku menjalani hidupku sebagai diriku sendiri. Aku pun berpikir untuk meminta maaf kepada ibu karna aku salah dan tidak peduli dengan kata-kata ibu. Saat di rumah, ibu belum pulang. Aku langsung mengangkat gagang telepon dan menelpon ibu.

“halo” terdengar suara ibuku
“halo bu, ini Mia.”
“oh Mia, ada apa kamu nelpon ibu?”
“aku mau tanya kapan ibu pulang?” tanyaku untuk basa-basi
“ibu pulang 2 hari lagi, tumben kamu tanyain kapan ibu pulang Mia, memangnya ada apa?”
“tidak bu, aku Cuma mau minta maaf karna selama ini aku udah salah, ibu udah minta aku buat menjadi dewasa dan aku ga mau dengarin. Aku tahu aku salah bu. Aku minta maaf.” Kataku minta maaf
“ummm…. Ibu ga tahu kamu ini kenapa hari ini, tapi ibu jadi bahagia mendengar kata-kata kamu Mia”
“iya bu.. itu aja bu. Aku tahu ibu lagi sibuk. Kita lanjutkan saat ibu sudah pulang ya…” kataku sambil menutup gagang telepon itu.

Setelah itu, aku pergi ke kamarku dan langsung menjatuhkan diri ke kasur. Aku mengingat kata-kata Raka. Aku mulai sadar bahwa aku tidak bisa menahan agar aku menjadi dewasa tapi aku harus menikmati masa-masaku ini sebagai diriku sendiri.

“Kedewasaan adalah hal yang tak dapat diungkiri dan tak dapat di hindari, tapi sebelum kita menuju ke kedewasaan itu untuk meninggalkan masa lalu kita unutk selamanya, sebaiknya gunakan sisa waktu muda kita untuk hal yang lebih baik”
THE END
Kata kunci : Dewasa, Perubahan,Dunia, Waktu, Jalan

Sabtu, 26 Januari 2013

Hari Sebelum Esok



Tema : lagu Separation dari YUI

Hari Sebelum Esok

Di saat kita sedang mengalami suatu kebahagiaan, kita akan berpikir untuk tidak segera melupakan kebahagiaan itu. Tapi di saat kita mengalami rasa sedih, kecewa, kesal, benci, kita akan berusaha agar kita cepat melupakan perasaan seperti itu. Perpisahan adalah suatu hal yang menyakitkan karna memisahkan kita dari orang lain.

Lina, seorang gadis SMA cantik dengan matanya yang indah, lesung pipi yang lucu, senyuman yang menawan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang lain. Lina benar-benar menjadi primadona di sekolahnya. Banyak laki-laki yang menyukainya dan sudah berusaha mendekati Lina, tapi sia-sia. Lina hanya tertarik pada seorang lelaki yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, Rendy.

“ Rendy, pulang bareng yuk “ ajak Lina kepada lelaki muda yang berhidung mancung dan matanya belo itu.
“ haha, bilang saja kamu mau diantarin sama aku. Aku kan bawa motor. “ ledek Rendy
“tau saja kamu. Boleh ya? “ mohon Lina
“ ya sudah, ayo kita pulang. “ kata Rendy sambil menyalakan mesin motornya.

Lina selalu berusaha mengutarakan perasaanya, tapi selalu saja dia gagal. Serasa ada jarak yang membuat Lina sulit mengungkapkan perasaannya. Hingga saat dia menginjak kelas 3 SMA, masa dimana para siswa SMA akan mempersiapkan diri menuju jenjang perkuliahan. Dan tentu saja Lina belum bisa menyatakan perasaannya bahkan sampai ujian kelulusan telah selesai.

“ Lin, udah sampai nih. “ kata Rendy berhenti di sebuah rumah yang cukup besar.
“oh iya, terima kasih ya Ren. “ kata Lina sambil berdiri di depan gerbang rumahnya.
“oh ya, kita kan seminggu lagi kita pengumuman kelulusan, apa kamu udah memilih universitas yang kamu mau masuki? “ tanya Rendy
“ aku belum tau, kalau kamu? “ tanya Lina
“ aku juga belum tau, tapi aku mau cari universitas yang berhubungan dengan teknologi komunikasi. “
“oooh.. tapi kalau lulus itu tandanya kita bakal terpisah nih Ren.” Kata Lina
“iya, tapi kan aku masih bisa sering-sering ke sini buat nemuin kamu. “
“ iya juga ya “
“umm, udah sore nih aku mau pamit pulang ya. Titip salam sama orang tua kamu. “
“ iya hati-hati ya “

Rendy pun pergi meninggalkan rumah Lina. Lina kemudian masuk ke rumahnya dan langsung membaringkan diri ke sebuah ranjang putih yang cukup besar. Matanya melihat ke sebuah poster bertuliskan ajakan untuk masuk ke Libertis University di London. Impian Lina ialah dapat masuk ke universitas itu.

“ Lina, sini mama mau bicara sesuatu dengan kamu. “ panggil seorang perempuan yang mirip dengan Lina
“ iya ma! Ada apa? “ tanya Lina penasaran
“ mama ada kejutan buat kamu! Ini dia!” kata mama Lina sambil memberikan sebuah amplop bertuliskan Libertis University
“ dari Libertis? “ Lina membaca surat itu, dan ia mulai tersenyum setelah ia tahu ia diterima di universitas impiannya itu.
“ bagaimana sayang kamu senang? “ tanya mama Lina
“senang banget ma, impianku akhirnya terwujud.”

Lina sangat senang dan ia ingin memberitahukan ini kepada Rendy. Keesokan harinya ia pergi ke sekolah untuk menemui Rendy tentang hal ini. tapi kekecewaan yang ia dapatkan setelah ia melihat Rendy sedang berduaan dengan perempuan lain dan sedang duduk berdua dan terlihat sangat dekat.
Lina mulai meneteskan air mata. Rasa bahagianya pun hilang seketika melihat hal itu. lina langsung meninggalkan tempat itu. hingga saat pulang sekolah, Lina kembali melihat Rendy dengan perempuan itu.

“ Lina, maaf ya hari ini aku ga bisa antarin kamu.” Kata Rendy
“ ga usah aku juga ga butuh diantarin sama kamu.” Kata Lina yang langsung meninggalkan sekolah.
“ hah? Lina kok aneh gitu ya? Nanti malam aku samperin dia aja deh.” kata Rendy

Saat malam, Rendy datang ke rumah Lina. Ia pun memanggil Lina, LIna keluar dari rumahnya memasang wajah yang cemberut.

“ ngapain kamu ke sini?” kata Lina
“ kok begitu sih kamu? Aku kan sahabat kamu, masa ngomongnya kayak begitu.”
“ ah, udahlah ga penting itu. memangnya kamu itu ga pergi sama pacar baru kamu? “
“pacar? siapa?” tanya Rendy bingung
“ cewek yang kamu antarin pulang itu, memangnya dia itu siapa? “tanya Lina
“oh itu! aku bisa jelasin.”
“ga perlu, aku ga butuh! “ kata Lina sambil menutup gerbang rumahnya lalu masuk ke rumahnya.
“ Lina! Aduh dia salah paham lagi, aku harus jelasin besok.” Kata Rendy

Keesokan harinya, di sekolah Lina sedang duduk termenung memikirkan masalah cintanya itu. Rendy pun datang bersama gadis yang kemarin.

“ Lina, aku mau jelasin yang kemarin.” Kata Rendy
“ ga perlu Rendy, udah aku bilang ga perlu kamu jelasin aku udah tau kalo kamu udah punya pacar. “ kata Lina
“ dia itu bukan pacar aku, dia itu sepupu aku yang kebetulan sekolah disini dan kemarin aku antarin dia pulang karna papanya ga bisa jemput “ jelas Rendy
“ iya, benar itu kak Lina, nama aku Marissa. Aku tuh Cuma sepupu kak Rendy.” Kata gadis itu

Perkenalan Lina dengan gadis itu benar-benar membuat Lina kaget dan menyesal karna sudah menilai salah. Lina pun berlari meninggalkan mereka, tapi Rendy berusaha mengejarnya. Dan Rendy berhasil menangkap tangannya.

“ LIna, kenapa kamu lari? “ tanya Rendy
“ maaf, Rendy, aku udah berpikiran buruk tentang kamu. “ kata Lina
“ pasti kamu cemburu ya? Jujur aja deh haha” kata Rendy
“ iya, tapi pasti kamu ga suka sama aku ya “
“ ga kok, malah aku tuh juga suka sama kamu. Cuma yah ga bisa mengungkapkannya.”

Lina terpaku mengetahui hal itu. dan ia teringat kalau dia sebentar lagi harus pergi ke London.

“ Ren, aku mau kasih tau sesuatu” kata Lina
“ apa itu?” tanya Rendy
“ setelah pengumuman kelulusan, aku harus pergi ke London. Aku mau kuliah disana” jelas Lina
“ ini berarti kita ga akan ketemu dalam waktu yang cukup lama ya..” Rendy kecewa mendengar hal itu
“ iya, maaf ya Ren.”
“ ga apa-apa, meskipun kita jauh, aku yakin kita masih bisa saling mengingat. Lagipula sekarang teknologi sudah canggih kan” kata Rendy tersenyum
“ iya, Ren. Aku harap kita bisa bersatu suatu saat nanti.”
“ iya, ngomong-ngomong boleh nanti aku antar kamu pulang?” tanya Rendy
“boleh, memangnya kamu ga antar Marissa?”
“ ga, dia dijemput papanya.” Jawab Rendy
“baik kalau begitu! Haha” 

Lina diantar pulang oleh Rendy. Sejak hari itu, mereka yakin jarak bukanlah pemisah antar mereka melainkan hal yang membuat mereka tambah dekat.
***
Di bandara, Rendy melihat ke arah sebuah pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas. Terlihat Lina sedang memandang dari jendela pesawat. Lina melambaikan tangannya, dan pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara itu. di dalam pesawat, Lina melihat sebuah foto kenangan anatara dia dan Rendy, dia tersenyum dan mulai memeluk foto itu.

“ Perpisahan adalah hal yang dapat membuat kita sangat tersakiti, tapi di balik itu ambillah sebuah makna bahwa perpisahanlah yang membuat kita dapat berubah menjadi orang yang lebih baik di masa yang akan datang “
THE END

Kamis, 24 Januari 2013

Hari yang Indah!



Tema : lagu OH YEAH dari YUI

Hari yang Indah!

Pagi yang indah dengan matahari yang mulai menyapa. Sebuah stasiun yang sepi hanya ada seseorang yang duduk dengan pakaian seragam laki-laki jepang, dan  tertulis nama di pakaian yang ia kenakan, Riko. Dia mulai membuka matanya yang tertutup dari tadi.

“ dimana aku? Kenapa aku bisa di sini? Dan kenapa aku berpakaian seperti murid jepang?  ? “ kata Riko yang kebingungan atas semua kejadian yang terjadi padanya itu.

Terdengar bunyi kereta yang lewat di depannya. Dan ia melihat seorang perempuan cantik yang duduk di dalam kereta itu. perempuan itu melihat kearah Riko. Tapi kereta itu tidak berhenti bergerak maju.

“ hei kamu? Tunggu dulu! Jangan pergi! “ kata Riko yang mulai berlari mengejar kereta itu, tapi tiba-tiba ia tersandung hingga jatuh  dan matanya menatap kerarah kereta yang telah meninggalkannya.

Dan seketika semua menjadi gelap. Riko membuka matanya dan ternyata semua itu hanya mimpi. Riko adalah seorang anak yang suka dengan hal-hal berbau jepang sehingga mimpinya juga jadi kejepangan.
Riko pun pergi ke sekolahnya. Dia paling suka melihat keluar jendela karna baginya, sangat membosankan mendengar guru mengajar.

Tapi di hari itu, ada yang membuat Riko menjadi berubah drastis, ada murid baru yang duduk di sebelahnya. Wajahnya cantik, kulitnya putih seperti orang jepang. Matanya terpaku melihat gadis cantik itu. dan dia terpikir akan mimpinya. Gadis yang muncul dalam mimpinya itu mirip dengan gadis itu.

“anak-anak seperti yang kalian tahu, kita sudah kedatangan teman baru, silahkan kamu berdiri dari memperkenalkan diri “ kata guru menyuruh gadis itu memperkenalkan diri
“dia itu siapa ya? Kenapa aku jadi penasaran sekali? “ kata Riko di dalam hatinya
“ namaku Yui Harugi, aku berasal dari jepang, ayahku adalah orang Indonesia sedangkan ibuku adalah orang jepang. Aku harap kalian dapat membantuku di kelas ini” kata Gadis bernama Yui itu.
“ternyata dia orang jepang asli ya! Waw! “ Riko kaget

Yui kembali duduk dan mulai melihat ke arah Riko, dan tersenyum. Senyumannya sangat manis. Riko mulai salah tingkah dan dia memalingkan wajahnya ke depan. Keringat bercucuran dengan jantung yang berdetak dengan cepat membuat Riko diam saja. Senyuman manis Yui membuat Riko terdiam saja dan malas untuk berbicara hingga waktu istirahat.

“ namaku Yui, nama kamu siapa? “ kata perkenalan terucap dari bibir gadis cantik dan imut itu.
“ hah?! Namaku… aaaa…. Ummm Riko. “ kata Riko gugup
“kamu lucu ya “ kata Yui, sambil tertawa geli melihat tingkah laku Riko.
“ kamu benar dari jepang? “ tanya Riko
“ iya. Aku pindah ke sini karna ayahku ingin kembali ke Indonesia. “ jawab Yui

Riko kembali terpana melihat Yui yang begitu cantiknya. Riko sepertinya tertarik dengan Yui, begitu juga Yui. Riko pun mengeluarkan bekal makanannya, matanya melirik ke Yui yang juga ternyata mengeluarkan makanan. 

“ umm… kamu mau…” kata Riko belum sempat mengucapkan apapun
“kita makan bersama ya? Ini hari pertamaku, dan Cuma kamu yang baru aku kenal. Aku mau makan bersamamu. “ kata Yui
“ iya…..” muka Riko memerah ternyata dia punya pikiran yang sama dengan Yui

Mereka akhirnya makan bersama. Dan baru 1 hari mereka berkenalan, mereka sudah sangat dekat. Mungkin karna Riko suka dengan hal yang kejepangan hingga gadis jepang. Hingga saat pulang sekolah, Yui menunggu Riko.

“ Yui, kamu belum pulang? “ tanya Riko
“ aku nunggu kamu daritadi. “ jawab Yui
“nunggu aku? Buat apa memangnya rumah kita dekatan? Sepertinya kamu saja belum tahu rumahku.” Kata Riko
“aku mau kamu antar aku keliling kota ini. “ kata Yui
“hah? Kamu serius?”
“iya”
“ummm… gimana ya…”
“ tolong …” kata Yui sambil memegang tangan Riko
“ iya! “ jawab Riko karna gugup lagi akibat tangannya dipegang oleh Yui

Akhirnya Riko dan Yui pergi mengelilingi kota Tangerang yang cukup besar itu. Riko terlihat gugup karna baru pertama kali dia berjalan bersama dengan perempuan lain, kecuali ibunya. Yui terlihat senang karna ia dapat berjalan-jalan di sana.

“ Riko-kun! “ kata Yui
“ Ri… Riko-kun? “ kata Riko kaget karna dipanggil dengan sebutan “kun”
“ iya Riko-kun aku lapar, bawa aku ke tempat makan”
“ baik Yui-chan!” balas Riko memanggil dengan sebutan “chan”

Riko membawa Yui ke sebuah warung  baso yang cukup terkenal karna baksonya yang cukup enak.

“pak pesan baksonya 2 mangkuk ya.” Kata Riko
“bakso itu apa Riko-kun? “ tanya Yui
“ bakso itu daging yang dibentuk bulat lalu direbus dengan air kaldu “
“pasti enak !” kata Yui
“ini bakso 2 mangkuknya “ kata tukang bakso menyediakan makanan mereka
“ Yui, ini yang namanya bakso “ kata Riko
“ wangi sekali, bentuknya bulat seperti bola! Unik sekali “ kata Yui kagum

Memang banyak hal yang tidak diketahu Yui tentang Indonesia, meskipun Riko banyak tahu tentang Jepang. Tapi Riko hanya bisa terpana melihat Yui. Terasa ada sebuah perasaan yang baru tumbuh di dalam diri Riko. Setelah makan Riko dan Yui pergi ke sebuah toko penjual aksesoris.

“ Riko-kun aku mau ini! “ kata Yui menunjuk ke2  gantungan handphone yang berbentuk setengah hati
“kamu yakin? “
“iya”
“ tapi kan ini sepasang, memangnya kamu mau pakai keduanya? “ tanya Riko
“ aku mau berikan yang satu ini kepada seserang yang aku sukai” kata Yui
“ oh siapa itu? “ tanya Riko penasaran.
“ ada deh rahasia! “ kata Yui

Rio mulai berpikir bahwa Yui sudah punya pacar, dan akan memberikan aksesoris itu kepada pacarnya. Riko langsung terdiam saja. Riko dan Yui kembali pergi ke sebuah pasar yang besar.

“ Yui-chan, kamu mau ngapain kesini? “ tanya Riko
“ aku mau tunjukin sesuatu “ kata Yui mengajak Riko ke sebuah tempat yang terdapat sebuah miniatur kuil
“ waw! Ini bagus sekali “ Riko kagum melihat miniatur itu
“ini buatan ayahku lho “ kata Yui

Riko langsung terdiam dan dia kagum sekali. Tiba-tiba ada seorang laki-laki tua yang memanggil Yui.

“itu ayahku, aku harus pulang Riko-Kun “ kata Yui
“ iya, sudah sore juga nih”
“ terima kasih Riko-kun sudah mengajak aku berjalan-jalan hari ini, hari ini adalah hari pertama dalam hidupku aku bisa berjalan-jalan dengan orang yang aku sukai. “ kata Yui
“ sukai?” Riko tertegun
“ini Riko-kun, simpan ini baik-baik ya “ kata Yui memberi 1 gantungan yang tadi diberi lalu ia pergi menuju ayahnya. Ia melambaikan tangannya tanda perpisahan.
“ selamat tinggal Yui-chan, sampai ketemu besok” teriak Riko

Yui pun pulang bersama ayahnya. Riko merasa sangat senang dengan hari yang begitu indah yang ia alami. Hari itu adalah hari terbaik dalam hidupnya.

“ ada suatu hari kita mengalami hal yang buruk, tapi ada juga hari dimana kita mengalami hal yang begitu indah, oleh karna itu lupakan hal buruk dan terus melangkah menuju hari esok “
THE END
Kata kunci : maju, cepat,malas,jatuh,keringat