Rabu, 30 Januari 2013

Cinta Kedua



Tema : lagu YOU dari YUI

Cinta Kedua

Cinta tidak dapat diketahui kapan akan muncul dan kapan akan hilang. Itulah yang membuat cinta tak dapat diprediksi kapan tumbuh. Cinta akan tumbuh di setiap orang tanpa dapat dihindari maupun itu laki-laki atau perempuan sekalipun.

Gita adalah gadis SMA yang menjadi primadona di sekolahnya, karna dia cantik dan pintar, juga baik hati. Banyak yang berusaha untuk mendapatkan Gita, tapi semua sia-sia. Dan hanya 1 orang yang berhasil meluluhkan hati Gita yaitu Gilang.

Gita dan Gilang sudah berpacaran selama beberapa bulan dan mereka saling menyayangi satu sama lain. Mereka begitu dekat bagaikan perangko dengan suratnya. Perasaan yang cukup membuat semua orang iri untuk melihatnya. Tapi hingga suatu hari, mereka harus dipisahkan.

“Gita, aku mau bicara sama kamu..”” kata Gilang kepada Gita dengan ekspresi yang sedih
“ada apa Gilang? “ tanya Gita bingung
“ Gita, mulai besok aku udah ga sekolah disini, papa aku dapat proyek di luar negri jadi aku dan keluarga bakal pindah ke Amerika. Maafin aku ya Gita”
“ tapi Gilang, bagaimana dengan aku? Dengan hubungan kita ini?”
“kurasa kita masih bisa berkomunikasi lewat  telepon seperti pacaran jarak jauh” kata Gilang
“apa kamu yakin? Kamu harus janji kamu jangan lupakan aku ya!” kata Gita
“ iya! Aku janji demi kamu!” kata Gilang

Kesedihan terlihat di wajah mereka berdua, tapi apa daya. Mereka harus siap atas semua yang mereka lalui. Di suatu senja yang gelap karna cuaca yang tak bersahabat, tak membuat Gita  terus menunggu telepon dari Gilang. Hingga 4 bulan Gilang tidak menelpon membuat Gita merasa sangat sedih.

“ kenapa Gilang ga telpon aku! Apa dia udah lupa sama aku? Valen, tolong hibur aku” kata Gita ke seorang gadis yang seumuran dengannya
“ sabar ya Gita, pasti Gilang lagi sibuk disana jadi susah buat telepon kamu” kata Valen
“eh ada guru!” kata teman sekelas Gita

Seorang bapak berseragam dengan kumis yang panjang, dan wajah yang cukup kelihatan galak masuk ke dalam kelas, bersama dengan seorang laki-laki yang terlihat asing.

“ anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, sekarang perkenalkan diri kamu”
“perkenalkan nama saya Parno, saya dari desa MauJati” kata laki-laki itu

Gita melihat pria itu begitu kaget karna wajah yang mirip dengan Gilang. Hanya saja pria itu memakai kacamata. Parno terlihat culun, tapi itu malah menarik perhatian Gita. Parno duduk di samping Valen.
Gita melihat Parno jadi ingat kepada Gilang dan terus memberi senyum manis kepada Parno. Saat istirahat, Parno duduk dan memakan bekalnya. Gita mendatangi Parno.

“ummm.. nama kamu Parno ya? Kenalin nama aku Gita”
“i..iya… nama saya Parno.. ada apa ya? Terlihat Parno tegang sekali melihat Gita yang begitu cantik
“jangan tegang gitu dong, aku ga gigit kok” kata Gita sambil di lihatnya kotak makanan Parno yang lucu
“ iya…”
Valen mengajak Gita pergi ke luar kelas dan berbicara 4 mata dengannya.
“ Gita, kamu kenapa deket-deket sama anak kampong itu?” tanya Valen
“jangan gitu dong, dia kan juga manusia, kita ga boleh menghina dia” Bela Gita
“jangan bilang kamu ada perasaan sama dia”
“ga kok, dia mengingatkan aku sama Gilang, wajahnya mirip banget”
“iya sih, tapi tetap aja kan”
“udah ah, jangan gitu ga baik tahu” kata Gita lalu kembali ke kelas

Gita duduk kembali dan dilihatnya terus Parno yang gelagatnya lucu. Valen terlihat tidak menyukai Parno karna status mereka yang berbeda dengan Parno. Saat pulang sekolah, Valen menghampiri Parno.

“heh kamu anak kampong kamu ga usah deh dekat-dekat sama Gita, kamu tuh ga pantas temanan sama dia” kata Valen mengancam

Parno hanya diam saja karna dia takut diancam oleh Valen.  Tapi Gita datang dan mendorong Valen.

“valen kamu inin kenapa sih? Kok kamu jadi begini?”
“kamu itu yang aneh, kenapa kamu temanan sama anak kampong ini, apa karna Gilang ga telpon kamu, kamu jadi ga punya otak begini” bentak Valen
“ kamu yang ga pikir, kamu tuh udah mengintimidasi Parno! Memangnya dia salah apa?!” Bela Gita
“ah dia salah karna dia dekat-dekat sama kamu!” kata Valen dan tidak sengaja ia mendorong Gita hingga terjatuh dan terluka
“ahh!” Gita terjatuh

Parno langsung mendatangi Gita dan menolong Gita. Valen yang kaget melihat hal itu langsung lari meninggalkan Gita dan Parno.

“kamu ga apa-apakan?” tanya Gita
“saya ga apa-apa, tapi kamu luka…” kata Parno lalu membersihkan luka Gita
“terima kasih Parno, maafin ya kelakuan Valen. Dia memang aneh sejak tadi” kata Gita
“iya, mungkin memang saya salah dekat dengan kamu”
“ ga kok, aku yang mau dekat dengan kamu aku harap kamu masih mau temanan sama aku” kata Gita
“i… iya” kata Parno terharu

Parno mengantar Gita pulang ke rumah Gita. Dan ia pamit. Gita merasakan getaran yang aneh terhadap Parno. Apakah ia sedang jatuh cinta? tapi ia kan masih pacaran dengan Gilang. Tapi ia merasa getaran ini lebih besar daripada yang ia miliki terhadap Gilang.

“apakah aku jatuh cinta kepada Parno? Tapi kan aku sudah pacaran dengan Gilang… tapi itu bukan berarti aku tidak bisa suka dengan Parno… Cinta itu ternyata bisa muncul kapan saja dan dimana saja… aku tak pernah membayangkan ada orang yang bisa mengisi hatiku ini yang sedang mengalami kekecewaan” kata Gita dalam hatinya.

Keesokan harinya, Gita kembali bersekolah saat itu dia sedang berbicara dengan Parno tentang pelajaran di sekolahnya, dia di datangi Valen.

“gita aku minta maaf yang kemarin ya..” kata Valen
“jangan minta maaf ke aku, kamu seharusnya minta maaf ke Parno, kamu kan udah jahat sama dia” kata Gita
“iya…….. Parno, aku minta maaf yang kemarin ya.. seharusnya aku tidak bersikap seperti itu ke kamu”
“iya, saya sudah memaafkan kamu dari kemarin”
“terima kasih ya Parno” kata Valen

Dan kembalilah hubungan Gita dan Valen seperti semula, dan Gita pun mulai meyakinkan perasaan yang ia miliki sekarang. Dia mulai yakin akan cintanya itu, dia sudah kehilangan Gilang tapi dia sudah mendapatkan seorang pengganti yang bahkan lebih baik dari Gilang. Sejak saat itu, Gita mulai melakukan pendekatan terhadap Parno dan mereka menjadi sahabat tapi dibalik itu cinta Gita mulai tumbuh perlahan terhadap Parno.
“ cinta adalah hal yang manusiawi, meskipun cinta kita sudah kita berikan kepada orang lain, itu tidak menutup kemungkinan akan tumbuh sebuah cinta yang baru yang lebih kuat dari pada cinta sebelumnya”
The END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar