Minggu, 03 Februari 2013

Feel My Soul!



Tema : lagu feel my soul dari YUI
Hidup untuk Berkorban
Lina, adalah gadis muda yang cantik yang sedang berkuliah di universitas di London. Dia harus rela meninggalkan rumah, keluarga, dan temannya hanya untuk berkuliah dan meneruskan mimpinya.
Di sana, Lina tinggal bersama dengan kakaknya, Mega. Itu adalah Ujian berat baginya.

“kak, apa kakak tidak rindu dengan mama dan papa di Indonesia?” tanya Lina

“kangen kok. Tapi kakak harus bekerja di sini unutk memenuhi kebutuhan keluarga juga, jadi hanya menunggu waktu libur untuk pulang” kata kak Mega

“aku kangen banget kak sama Mama, Papa dan juga seseorang yang menungguku di Indonesia kak”
“hahaha, kakak tahu pasti seseorang itu… pacar kamu ya… hahaha” ejek Kak Mega

“ ga kok, ya sudah kak. Aku mau tidur dulu” kata Lina sambil kembali ke kamarnya

Lina terlihat sedih sekali mengingat masa lalunya terutama dengan semua orang yang ia tinggalkan untuk berkuliah. Akhirnya dia mengambil telepon genggamnya, yang menurutnya hal berharga yang ia miliki di London.

“aku mau telpon dia saja” kata Lina sambil mencari nama seseorang yang ingin ia hubungi
“halo” suara seorang pria
“ Rendy ya? Ini aku Lina” kata Lina
“Lina? Wah, akhirnya kamu telepon juga hehe”
“iya, aku sibuk. Bagaimana kabar kamu?” tanya Lina
“ aku baik kok, kamu?”
“aku baik juga hehe, aku kangen Indo nih” kata Lina
“ haha, pasti lah, aku juga kangen.. kangen sama kamu”
“ih kamu gombal ah hahaha” tawa Lina

Di malam itu, Lina habiskan waktu untuk berbicara dengan teman baiknya Rendy. Hingga esok harinya, saat Lina ada di kampusnya di London. Ia menghampiri seorang gadis yang juga adalah mahasiswi asal Indonesia. Namanya Siska.

“ pagi Sis” sapa Lina
“pagi Lin, tumben kamu datang awalan haha” kata Siska
“bisa saja kamu, eh apa kamu ga kangen sama orang tua kamu di Indonesia?”
“kangen lah pasti, siapa yang ga kangen sama orang tua sendiri apalagi kalau terpisah jauh di sini.” Kata Siska
“ iya juga sih. Ummmm, kamu udah makan belum? cari makan yuk” ajak Lina
“ umm ayo, aku juga belum makan kok” terima Siska

Mereka pergi ke sbuah kedai makanan Indonesia di sana. Jarang sekali ada kedai makanan Indonesia di luar negri. Mereka mencari tempat, dan mulai memesan. Seorang gadis muda keluar dan menuju meja mereka.

“excuse me, there something that miss want to order?” kata gadis itu
“tunggu kamu orang Indo juga? Tanya Lina
“emmmm, iya” kata Gadis itu
“kebetulan dong, nama kamu siapa?” tanya Siska
“ namaku Ayu ” kata gadis itu
“udah ga usah tegang, ngomongnya juga pakai bahasa Indonesia aja” kata Lina
“iya, jadi kalian mau pesan apa?”tanya Ayu
“kami mau pesan nasi goreng  2 porsi and es jeruknya 2 juga ya” kata Siska
“baik, silahkan tunggu ya” kata Ayu

Ayu masuk ke dalam dapur dan Lina serta Siska menunggu.  Kedai itu berada di dekat Taman kota London yang indah. 15 menit mereka menunggu, Ayu keluar membawa pesanan mereka.

“ini pesanan kalian, silahkan menikmati “ kata Ayu
“ terima kasih… Ayu, apa kamu lagi sibuk?” tanya Siska
“ ga, kedainya lagi sepi… memangnya ada apa? Tanya Ayu
“kami mau ajak kamu ngobrol-ngobrol sedikit.. bolehkan? “ tanya Lina
“ iya, tapi jangan lama-lama ya…” kata Ayu
“ kamu kerja di sini udah berapa lama? Tanya Lina
“udah  3 tahun”
“ 3 tahun… udah lama dong, memangnya kamu ga kangen sama orang tua kamu? “ tanya Siska
“kangen? Ga, aku ga pernah kangen sama mereka. Sejak kecil aku di besarkan di Panti asuhan.” Kata Ayu
“panti asuhan? Boleh kamu ceritakan sedikit ga sama kita” minta Lina
“aku sejak kecil hidu di panti asuhan, aku di buang oleh kedua orang tua ku. Jadi bagiku yang adalah keluargaku hanya pengurus panti dan teman-teman pantiku. Aku bekerja disini juga untuk membantu panti asuhan tempat aku dibesarkan” cerita Ayu

Ayu menceritakan sedikit tentang masa kecil dirinya. Lina dan Siska terharu mengetahui bahwa dia bekerja di London untuk menghidupi para anak panti di sana. Lina pun menanyakan alamat panti asuhan Ayu dan berencana bersama Siska untuk pergi kesana.

“ ayo Sis, besok kita pergi menengok panti asuhan si Ayu, aku jadi kasihan sama dia”
“ya sudah”

Keesokan harinya, kedai makanan tempat Ayu bekerja tutup. Lina dan SIska pergi menuju Panti Asuhan Ayu. Tapi Lina melihat ke atas langit, awan yang bergerak menambah keindahan kota itu. mengingatkannya dengan Indonesia. Mereka kemudian sampai di Panti asuhan itu.

“ permisi, Ayu!” panggil Siska
“ iya” kata Ayu sambil membuka pintu

Ayu mempersilahkan mereka berdua masuk ke panti itu. AYu menujukan keadaan panti yang memprihatinkan. Banyak anak-anak panti yang di buang oleh orang tua mereka.

“ kenapa banyak orang yang tega membuang anak mereka sih!” kata Siska kesal
“iya, kan kasihan banget” kata Lina
“itulah hidup, kadang tidak bisa ditebak. “ kata Ayu
“ Ayu, apa kamu bahagia tinggal di sini?” tanya Lina
“ iya aku bahagia kok. Bagiku ini adalah rumahku. Tempat dimana aku bisa menjadi dekat dengan anak-anak yang senasib denganku. “ kata Ayu
“kamu benar-benar berhati mulia.. kami salut sama kamu” kata SIska
Setelah Lina dan Siska berbincang-bincang mereka kembali pulang ke rumah mereka masing-masing. Lina terharu melihat apa yang di perbuat Ayu.
“ Lina, dari mana saja kamu? Tanya kak Mega
“ aku dari panti asuhan kak”
“ngapain kamu di sana?” tanya Kak Mega lagi
“ ada teman aku kak, namanya Ayu, dia pengurus panti  itu. akusalut banget sama dia kak.dia tulus banget buat menghidupi panti itu. aku dapat merasakan ketulusan hatinya itu.” kata Lina
“ oooo, orang seprti itu sudah sulit kita temukan.. kamu beruntung dapat bertemu dengan orang seperti itu. lain kali kamu bawa kakak ke sana ya. “ kata Kak Mega
“ iya kak… ya sudah kak aku  masuk ke kamar dulu ya, aku capek nih”
“ya sudah”

Lina kembali masuk ke kamarnya. Lina kemudian memebaringkan dirinya di kasur yang lembut dan empuk. Baginya, hari itu adalah hari yang sangat berharga dan benar-benar bermakna untuknya. Dia belajar 1 hal yang sangat penting, yaitu kita hidup bukan untuk senang, tapi kita hidup untuk menderita bersama demi mendapatkan suatu kebahagiaan yang sesungguhnya. Lina pun mulai beranjak tidur dan bertekad mulai esok dia akan menjadi orang yang kuat seperti Ayu.

“kita hidup bukan untuk senang, tapi kita hidup untuk menderita bersama demi mendapatkan suatu kebahagiaan yang sesungguhnya”
THE END

Rabu, 30 Januari 2013

Cinta Kedua



Tema : lagu YOU dari YUI

Cinta Kedua

Cinta tidak dapat diketahui kapan akan muncul dan kapan akan hilang. Itulah yang membuat cinta tak dapat diprediksi kapan tumbuh. Cinta akan tumbuh di setiap orang tanpa dapat dihindari maupun itu laki-laki atau perempuan sekalipun.

Gita adalah gadis SMA yang menjadi primadona di sekolahnya, karna dia cantik dan pintar, juga baik hati. Banyak yang berusaha untuk mendapatkan Gita, tapi semua sia-sia. Dan hanya 1 orang yang berhasil meluluhkan hati Gita yaitu Gilang.

Gita dan Gilang sudah berpacaran selama beberapa bulan dan mereka saling menyayangi satu sama lain. Mereka begitu dekat bagaikan perangko dengan suratnya. Perasaan yang cukup membuat semua orang iri untuk melihatnya. Tapi hingga suatu hari, mereka harus dipisahkan.

“Gita, aku mau bicara sama kamu..”” kata Gilang kepada Gita dengan ekspresi yang sedih
“ada apa Gilang? “ tanya Gita bingung
“ Gita, mulai besok aku udah ga sekolah disini, papa aku dapat proyek di luar negri jadi aku dan keluarga bakal pindah ke Amerika. Maafin aku ya Gita”
“ tapi Gilang, bagaimana dengan aku? Dengan hubungan kita ini?”
“kurasa kita masih bisa berkomunikasi lewat  telepon seperti pacaran jarak jauh” kata Gilang
“apa kamu yakin? Kamu harus janji kamu jangan lupakan aku ya!” kata Gita
“ iya! Aku janji demi kamu!” kata Gilang

Kesedihan terlihat di wajah mereka berdua, tapi apa daya. Mereka harus siap atas semua yang mereka lalui. Di suatu senja yang gelap karna cuaca yang tak bersahabat, tak membuat Gita  terus menunggu telepon dari Gilang. Hingga 4 bulan Gilang tidak menelpon membuat Gita merasa sangat sedih.

“ kenapa Gilang ga telpon aku! Apa dia udah lupa sama aku? Valen, tolong hibur aku” kata Gita ke seorang gadis yang seumuran dengannya
“ sabar ya Gita, pasti Gilang lagi sibuk disana jadi susah buat telepon kamu” kata Valen
“eh ada guru!” kata teman sekelas Gita

Seorang bapak berseragam dengan kumis yang panjang, dan wajah yang cukup kelihatan galak masuk ke dalam kelas, bersama dengan seorang laki-laki yang terlihat asing.

“ anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, sekarang perkenalkan diri kamu”
“perkenalkan nama saya Parno, saya dari desa MauJati” kata laki-laki itu

Gita melihat pria itu begitu kaget karna wajah yang mirip dengan Gilang. Hanya saja pria itu memakai kacamata. Parno terlihat culun, tapi itu malah menarik perhatian Gita. Parno duduk di samping Valen.
Gita melihat Parno jadi ingat kepada Gilang dan terus memberi senyum manis kepada Parno. Saat istirahat, Parno duduk dan memakan bekalnya. Gita mendatangi Parno.

“ummm.. nama kamu Parno ya? Kenalin nama aku Gita”
“i..iya… nama saya Parno.. ada apa ya? Terlihat Parno tegang sekali melihat Gita yang begitu cantik
“jangan tegang gitu dong, aku ga gigit kok” kata Gita sambil di lihatnya kotak makanan Parno yang lucu
“ iya…”
Valen mengajak Gita pergi ke luar kelas dan berbicara 4 mata dengannya.
“ Gita, kamu kenapa deket-deket sama anak kampong itu?” tanya Valen
“jangan gitu dong, dia kan juga manusia, kita ga boleh menghina dia” Bela Gita
“jangan bilang kamu ada perasaan sama dia”
“ga kok, dia mengingatkan aku sama Gilang, wajahnya mirip banget”
“iya sih, tapi tetap aja kan”
“udah ah, jangan gitu ga baik tahu” kata Gita lalu kembali ke kelas

Gita duduk kembali dan dilihatnya terus Parno yang gelagatnya lucu. Valen terlihat tidak menyukai Parno karna status mereka yang berbeda dengan Parno. Saat pulang sekolah, Valen menghampiri Parno.

“heh kamu anak kampong kamu ga usah deh dekat-dekat sama Gita, kamu tuh ga pantas temanan sama dia” kata Valen mengancam

Parno hanya diam saja karna dia takut diancam oleh Valen.  Tapi Gita datang dan mendorong Valen.

“valen kamu inin kenapa sih? Kok kamu jadi begini?”
“kamu itu yang aneh, kenapa kamu temanan sama anak kampong ini, apa karna Gilang ga telpon kamu, kamu jadi ga punya otak begini” bentak Valen
“ kamu yang ga pikir, kamu tuh udah mengintimidasi Parno! Memangnya dia salah apa?!” Bela Gita
“ah dia salah karna dia dekat-dekat sama kamu!” kata Valen dan tidak sengaja ia mendorong Gita hingga terjatuh dan terluka
“ahh!” Gita terjatuh

Parno langsung mendatangi Gita dan menolong Gita. Valen yang kaget melihat hal itu langsung lari meninggalkan Gita dan Parno.

“kamu ga apa-apakan?” tanya Gita
“saya ga apa-apa, tapi kamu luka…” kata Parno lalu membersihkan luka Gita
“terima kasih Parno, maafin ya kelakuan Valen. Dia memang aneh sejak tadi” kata Gita
“iya, mungkin memang saya salah dekat dengan kamu”
“ ga kok, aku yang mau dekat dengan kamu aku harap kamu masih mau temanan sama aku” kata Gita
“i… iya” kata Parno terharu

Parno mengantar Gita pulang ke rumah Gita. Dan ia pamit. Gita merasakan getaran yang aneh terhadap Parno. Apakah ia sedang jatuh cinta? tapi ia kan masih pacaran dengan Gilang. Tapi ia merasa getaran ini lebih besar daripada yang ia miliki terhadap Gilang.

“apakah aku jatuh cinta kepada Parno? Tapi kan aku sudah pacaran dengan Gilang… tapi itu bukan berarti aku tidak bisa suka dengan Parno… Cinta itu ternyata bisa muncul kapan saja dan dimana saja… aku tak pernah membayangkan ada orang yang bisa mengisi hatiku ini yang sedang mengalami kekecewaan” kata Gita dalam hatinya.

Keesokan harinya, Gita kembali bersekolah saat itu dia sedang berbicara dengan Parno tentang pelajaran di sekolahnya, dia di datangi Valen.

“gita aku minta maaf yang kemarin ya..” kata Valen
“jangan minta maaf ke aku, kamu seharusnya minta maaf ke Parno, kamu kan udah jahat sama dia” kata Gita
“iya…….. Parno, aku minta maaf yang kemarin ya.. seharusnya aku tidak bersikap seperti itu ke kamu”
“iya, saya sudah memaafkan kamu dari kemarin”
“terima kasih ya Parno” kata Valen

Dan kembalilah hubungan Gita dan Valen seperti semula, dan Gita pun mulai meyakinkan perasaan yang ia miliki sekarang. Dia mulai yakin akan cintanya itu, dia sudah kehilangan Gilang tapi dia sudah mendapatkan seorang pengganti yang bahkan lebih baik dari Gilang. Sejak saat itu, Gita mulai melakukan pendekatan terhadap Parno dan mereka menjadi sahabat tapi dibalik itu cinta Gita mulai tumbuh perlahan terhadap Parno.
“ cinta adalah hal yang manusiawi, meskipun cinta kita sudah kita berikan kepada orang lain, itu tidak menutup kemungkinan akan tumbuh sebuah cinta yang baru yang lebih kuat dari pada cinta sebelumnya”
The END