Senin, 28 Januari 2013

Always Be Yourself



Tema : lagu How Crazy dari YUI

Jadilah Dirimu Sendiri

Menjadi seorang remaja pastilah mau dianggap sebagai orang dewasa. Tapi kita kadang merasa bahwa kita tidak mau juga untuk meninggalkan masa itu untuk menjadi seorang yang dewasa sepenuhnya. Pastilah kita ingin hidup menjadi diri kita sendiri.

Itulah yang aku pikirkan selama ini, menjadi diriku sendiri adalah hal yang terbaik. Tapi kadang aku dipaksa untuk menjadi lebih dewasa, dan aku tidak suka dengan hal itu. itu benar-benar mengekang hidupku.

“ Mia, kamu itu udah besar sekarang seharusnya kamu harus bisa berpikiran lebih dewasa, jangan terus jadi anak kecil.” Kata Ibuku kepadaku
“ suka-suka aku dong bu, aku kan udah besar jadi ibu ga usah suruh aku buat menjadi dewasa. Aku kan udah dewasa”
“dewasa apanya? Kelakuan kamu itu seperti anak kecil tahu” kata Ibuku
Aku berusaha tidak peduli akan kata-kata ibuku, meskipun di dalam hati aku sangat kesal dengan perlakuan yang diberikan padaku hampir setiap hari. Bukan hanya itu di sekolah aku juga di kenal sebagai anak kecil dewasa, karna aku sudah menginjak SMA tapi kelakuanku masih seperti anak kecil.
Aku punya 2 orang sahabat yang baik hati, Popi dan Rika. Mereka selalu menjadi tempat curhatku tentang masalah seperti ini. memang aku sering menganggap masalah sepele ini sebagai masalah yang besar.
“Popi,Rika, aku kesal tau sama ibu aku sama teman yang lain, memangnya apa salahnya aku begini? Aku kan belum mau menjadi perempuan dewasa, apa itu masalah?” curhat aku kepada kedua sahabatku.
“ ga kok, ga ada yang salah Mia, kamu anggap aja ibu kamu mau yang terbaik buat kamu” kata Popi
“iya Mia, aku setuju, teman-teman yang lain mungkin Cuma menganggap kamu itu berbeda sedikit dengan mereka” kata Rika
“ iya, tapi aku itu udah ga tahan dengan semua ini” kataku
“coba saja kamu ikutin kemauan mereka untuk menjadi lebih dewasa.” Kata Popi
“tapi caranya bagaimana?” tanyaku
“coba saja kamu hilangkan sifat kamu yang kekanak-kanakan seperti cengeng, dan manja itu” kata Rika
“tapi itu susah tahu” kataku
Tiba-tiba seorang pria tampan lewat di depan jalan yang sedang kulalui., namanya  Raka. Dia adalah pria yang tampan dan dikenal pintar bermain alat music. Dia juga pernah memenangkan lomba bermusik di suatu lomba di Tangerang.
“cieee…. Matanya Mia ngelirik ke Raka tuh..” kata Rika mengejekku
“ga gitu ah..” kataku mengelak padahal memang dari tadi aku melihatnya.
Raka berhenti dan melihat sebuah saputangan yang ternyata adalah milikku. Raka pun melihat ke arahku, kurasa dia membaca nama yang tertera di saputangan itu.
“ini punya kamu?” tanya Raka kepadaku sambil memberi saputangan itu
“i..iya, makasih banyak ya..” kataku
“ namaku Raka, kalo ga salah kita itu 1 kelas kan? Nama kamu Mia kan?” tanya Raka
“ iya, aku 1 kelas sama kamu” kataku gugup
“ya sudah lain kali hati-hati ya..” kata Raka meninggalkan aku lalu kembali ke kelas
Mataku terpaku melihatnya. Aku memang suka dengannya  tapi aku tidak yakin. Aku rasa Raka lebih suka perempuan yang dewasa  ketimbang aku.
“ Mia, ini adalah motivasi kamu buat menjadi dewasa!” kata Popi
“ maksud kamu?” tanyaku
“kalau kamu mau mendekati Raka, kamu harus berubah jadi perempuan yang dewasa dulu!” kata Popi
“apa kamu yakin Popi?”
“iya aku yakin” kata Popi meyakinkanku
Aku pun mulai bertekad untuk menjadi perempuan yang dewasa. Saat pulang sekolah, aku kembali ke rumah ternyata ibuku sedang pergi ke luar kota untuk beberapa hari. Ini artinya aku akan tinggal sendiri di rumah. Aku pun mulai mencari di internet cara mengubah diri menjadi lebih dewasa. Aku berniat melakukan perubahan besar dalam diriku.
Beberapa situs kubuka dan kutemukan beberapa cara untuk membuatku menjadi dewasa. Kupikir karna besok adalah minggu aku bisa berbelanja keperluan untuk membuat aku menjadi lebih dewasa. Kutelpon Popi dan Rika agar besok menemaniku pergi berbelanja. Keesokan harinya, aku,Popi,dan Rika pergi ke sebuah mall.
“Mia, kamu yakin mau beli barang-barang kosmetik? “ tanya Rika
“ aku yakin ini agar aku menjadi lebih dewasa” kataku optimis
“Pop, liat nih ini semua gara-gara ide kamu yang aneh-aneh” Bisik Rika kepada Popi
“maaf, tapi aku kan ga tau semuanya jadi begini” kata Popi
Aku mendengar pembicaraan mereka tapi aku tidak mempedulikannya. Aku kembali memilih barng kosmetik, kubeli Lipstik merah, bedak, eyeshadow, dan beberapa alat kosmetik lainnya. Dan saat berjalan aku melihat Raka sedang berjalan dengan seorang perempuan, Riena. Perempuan blasteran jepang yang memang sudah lama dekat dengan Raka.
Hatiku menjadi panas seketika. Hingga saat aku pulang ke rumah, aku langsung menjatuhkan diriku ke kasur kamarku. Aku melihat ke arah cermin di kamarku dan aku mulai mengambil lipstick dari tasku dan mulai ku olesi bibirku dengan lipstick itu. kuhabiskan beberapa waktu di kamar untuk berdandan.
Keesokan harinya, aku mencari Raka. Pada hari itu aku mengenakan gelang yang besar di tanganku, dan sepatu hak tinggi,dan make up yang menor. Aku pikir dengan semua itu aku sudah menjadi perempuan yang dewasa. Aku menghampiri Raka yang sedang berbicara dengan Riena di Taman sekolah.
“ halo Raka” sapaku
“umm… kamu Mia ya? Kenapa kamu dandan menor kayak gini?” Raka terlihat kaget
“ini semua aku lakukan buat kamu” kataku
“hah? Buat aku?  Apa maksud kamu?” tanya Raka bingung
“aku tahu kamu suka wanita yang dewasa jadi aku dandan kayak begini” jawabku

Raka dan Riena tertawa geli mendengar kata-kataku, aku bingung sekali. Apakah aku salah bicara atau apa aku pun tidak tahu.

“kenapa kalian tertawa?” tanyaku kesal
“ hmm, maaf bukannya aku mau ikut campur urusan kalian tapi aku sudah mendengar semuanya tentang kamu dari Raka. Perkenalkan namaku Riena “Riena memperkenalkan dirinya padaku
“namaku Mia”
“bukannya aku tertawa karna melihatmu tapi aku tertawa karna melihat usahamu mendekati Raka.”
“memangnya apa yang lucu?” tanyaku bingung
“ dulu Raka pernah seperti kamu, saat dia ikut lomba music itu dia tidak percaya diri akan kemampuannya sehingga ia ingin memiliki yang lebih.” Kata Riena
“ hah?” aku kaget
“iya, kamu itu lucu Mia. Aku cukup tertarik padamu, tapi bukan dengan dirimu yang sekarang melainkan dirimu yang sesungguhnya. “ Kata Raka
“tapi….”
“ingat Mia, selalu jadi dirimu sendiri, meskipun kamu dipaksa untuk berubah, berusahalah untuk berubah tanpa menghilangkan sisi positif dari dirimu” kata Raka

Aku diam saja, aku rasa dunia bahkan sudah berhenti berputar. Aku baru sadar akan kekeliruanku selama ini. ternyata Raka benar, dewasa bukan dari fisik melainkan dari pikiran dan perbuatan. Meskipun aku tidak menginginkannya, aku pasti akan tumbuh menjadi wanita dewasa suatu saat nanti.
Tapi biarlah aku menjalani hidupku sebagai diriku sendiri. Aku pun berpikir untuk meminta maaf kepada ibu karna aku salah dan tidak peduli dengan kata-kata ibu. Saat di rumah, ibu belum pulang. Aku langsung mengangkat gagang telepon dan menelpon ibu.

“halo” terdengar suara ibuku
“halo bu, ini Mia.”
“oh Mia, ada apa kamu nelpon ibu?”
“aku mau tanya kapan ibu pulang?” tanyaku untuk basa-basi
“ibu pulang 2 hari lagi, tumben kamu tanyain kapan ibu pulang Mia, memangnya ada apa?”
“tidak bu, aku Cuma mau minta maaf karna selama ini aku udah salah, ibu udah minta aku buat menjadi dewasa dan aku ga mau dengarin. Aku tahu aku salah bu. Aku minta maaf.” Kataku minta maaf
“ummm…. Ibu ga tahu kamu ini kenapa hari ini, tapi ibu jadi bahagia mendengar kata-kata kamu Mia”
“iya bu.. itu aja bu. Aku tahu ibu lagi sibuk. Kita lanjutkan saat ibu sudah pulang ya…” kataku sambil menutup gagang telepon itu.

Setelah itu, aku pergi ke kamarku dan langsung menjatuhkan diri ke kasur. Aku mengingat kata-kata Raka. Aku mulai sadar bahwa aku tidak bisa menahan agar aku menjadi dewasa tapi aku harus menikmati masa-masaku ini sebagai diriku sendiri.

“Kedewasaan adalah hal yang tak dapat diungkiri dan tak dapat di hindari, tapi sebelum kita menuju ke kedewasaan itu untuk meninggalkan masa lalu kita unutk selamanya, sebaiknya gunakan sisa waktu muda kita untuk hal yang lebih baik”
THE END
Kata kunci : Dewasa, Perubahan,Dunia, Waktu, Jalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar